
Tulang Bawang Barat, 22 Oktober 2025 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dalam rangka Museum Keliling di SMKN 1 Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada hari Rabu, 22 Oktober 2025.
Kegiatan ini mengusung tema inspiratif, “Dengan Museum Keliling Kita Bangkitkan Semangat Generasi Unggul, Inspiratif, Berbudaya Menuju Lampung Maju”. Acara ini dihadiri oleh perwakilan guru-guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Tulang Bawang Barat, yang diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan semangat cinta budaya dan sejarah di lingkungan sekolah masing-masing.
Maksud dan Tujuan Sosialisasi
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Lampung dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan Museum Keliling ini memiliki maksud dan tujuan yang strategis, antara lain:
- Mendekatkan Museum dengan Masyarakat: Museum Keliling bertujuan membawa koleksi dan informasi permuseuman lebih dekat kepada pelajar dan guru, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses fisik ke Museum Negeri Provinsi Lampung.
- Meningkatkan Apresiasi Budaya dan Sejarah: Membangkitkan kesadaran dan kecintaan generasi muda, khususnya pelajar, terhadap nilai-nilai sejarah, cagar budaya, dan kebudayaan Lampung sebagai identitas bangsa.
- Memperkuat Fungsi Museum sebagai Sumber Belajar: Menjadikan museum, melalui koleksi yang dipamerkan dan informasi yang disampaikan, sebagai sumber data sejarah, kebudayaan, dan media pembelajaran kontekstual yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa.
- Menciptakan Generasi Unggul dan Berbudaya: Sesuai tema, kegiatan ini berupaya menanamkan nilai-nilai luhur budaya sehingga tercipta generasi muda Lampung yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inspiratif dan memiliki akar budaya yang kuat, sejalan dengan visi “Lampung Maju”.
Sosialisasi ini diisi dengan pemaparan materi tentang permuseuman, cagar budaya, dan koleksi-koleksi penting yang dimiliki oleh Museum Lampung, disertai dengan pameran mini (mini eksibisi) yang menampilkan beberapa benda koleksi museum. Para peserta, yang terdiri dari guru-guru sejarah dan perwakilan guru lainnya, tampak antusias berdiskusi mengenai strategi pemanfaatan museum sebagai media pembelajaran di sekolah.
